Di Tanuku, Naga Naresh Karutura dan saudaranya terdaftar di sekolah misionaris.
Di sekolah itu, Naga Naresh Karutura menemukan dua sumber inspirasi, yakni guru matematika bernama Pramod Lal.
Pramod Lal selalu memberikan motivasi dan semangat untuk Naga Naresh Karutura.
Sumber inspirasi Naga Naresh Karutura yang kedua adalah seniornya yang pintar bernama Chowdhary.
Naga Naresh Karutura memiliki prestasi di sekolah itu.
Karena rekomendari dari Pramod Lal, Naga Naresh Karutura masuk ke Gowtham Junior College yang membebaskan biaya untuknya.
Naga Naresh Karutura pun bersiap untuk IIT-JEE.
Naga Naresh Karutura berhasil mengikuti ujian JEE.
Karena keberhasilan itu, Naga Naresh Karutura diterima di Madras IIT dan belajar Ilmu Komputer.
IIT memberikan pengamalam yang hebat bagi Naga Naresh Karutura.
Berada di antara orang-orang hebat, Naga Naresh Karutura mendapatkan banyak ilmu.
Naga Naresh Karutura kemudian pergi ke Buston untuk magang bersama 4 orang lainnya.
Meskipun telah dipilih oleh Morgan Stanley terlebih dahulu, Naga Naresh Karutura memilih Google karena ketertarikannya pada teori komputer murni, teori algoritma dan permainan.
"Saya beruntung. Apakah Anda tahu mengapa saya mengatakan bahwa saya beruntung?" kata Naga Naresh Karutura.

