Namun, tak ada pesawat yang bersedia mengangkut termos berisi cairan nitrogen yang di dalamnya ada embrio.
Mereka pun memilih membawa hal berharga tersebut menggunakan mobil ke Laos.
Perjuangan tak sia-sia. Di Laos, calon kakek-nenek ini implantasi embrio ke ibu pengganti sukses dilakukan. Tiantian pun lahir pada Desember 2017.
Mengenai kewarganegaraan Tiantian adalah masalah selanjutnya. Bayi laki-laki ini lahir dari ibu pengganti warga negara Laos.
Untuk memperjuangkan kewarganegaraan cucunya, keempat kakek-nenek ini melakukan serangkaian tes DNA untuk membuktikan bahwa Tiantian adalah cucu mereka.
Proses panjang dan tak mudah kelahiran Tiantian pertama kali dilaporkan oleh The Beijing News.

