Bayi ini lahir empat tahun setelah ayah dan ibunya yang berasal dari China meninggal karena kecelakaan mobil.
Sebelum meninggal, pasangan tersebut membekukan beberapa embrio di Nanjing Hospital.
Embrio tersebut disimpan dalam tank nitrogen cair dengan suhu minus 196 derajat Celcius.
Suami istri ini berharap suatu hari bisa memiliki buah hati lewat program bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF)seperti dilansir BBC News, Sabtu (14/4/2018).
Setelah kecelakaan tersebut, orangtua dari suami-istri tersebut melanjutkan perjuangan anaknya untuk memiliki buah hati. Mereka berjuang agar bisa menggunakan embrio tersebut.
Di China, tidak ada kasus pasangan suami istri sudah meninggal lalu embrio diberikan ke orangtua.
Setelah melewati jalur pengadilan, keinginan empat calon kakek - nenek tersebut terwujud untuk mendapatkan hak atas embrio berhasil.
Namun, perjuangan belum selesai. Embrio baru bisa diambil bila ada bukti rumah sakit lain bisa menyimpannya.
Lalu, sewa rahim adalah hal ilegal di China. Sehingga calon kakek-nenek ini memutuskan pergi ke luar negeri.

