Dia berusaha untuk pergi ke sana, antara tahun 2013 dan 2016.
Sedikitnya 18 orang lainnya terkait dengan sekolah tersebut telah dihukum, atau ditangkap, untuk plot dan serangan militan di Indonesia, termasuk tiga serangan paling mematikan di negara tersebut dalam 20 bulan terakhir.
Jumadi, juru bicara Ibnu Mas'ud, membantah sekolah tersebut mendukung ISIS atau kelompok Islam militan lainnya, atau mengajarkan interpretasi ekstrim atau ultra-kekerasan terhadap Islam.
Ibnu Mas'ud adalah satu dari sekitar 30.000 pesantren, atau pesantren, di seluruh Indonesia.
Sebagian besar mendidik siswa dalam Islam dan mata pelajaran lainnya, namun beberapa terkait dengan ekstremisme dan bertindak sebagai pusat rekrutmen, kata polisi dan pejabat pemerintah Indonesia.

